menutup 2008 di kopaja

1 Jan 2009

penutupan tahun 2008, saya menikmati reuni dengan kopaja 57 jurusan blok m-cililitan. mengenang setiap jengkal perjalanan menuju rumah.

terminal blok m seperti biasanya ramai orang. 2 kopaja penuh, saya memilih pass. males bener diri sepanjang jalan. dan spt biasanya, kernet berteriak2 membohongi calon penumpang.

Cililitan litan..litan. Nggak ada yang kosong, semua penuh malam taun baru, teriak kernet kopaja yang urung saya tumpangi.

akhirnya kopaja ketiga yg melintas lumayan melompong. duduk manis dan sopir lgsg tancap gas karena nggak boleh ngetem ama pak polisi. wuusshhh.

sopir mengarahkan kemudinya dengan lancar..car. Jakarta pukul 19 jelang tahun baru nggak terlalu ramai. sepanjang jalan dr senopati, blok s, tendean, sopir baru terkena macet di mampang.

ah, mampang..tak pernah berubah. ..macet. padat kendaraan.

tanpa terasa kopaja da penuh penumpang. Udara pengab sekali. Uh! Sampe susah nafas dengan bau macem2. Untung deket jendela, jadi bisa menghirup udara tak segar yang bercampur asap mobil motor.

di seberang sevengrain, ada tukang terompet sedang melayani pembeli. preeettt preeettt Bunyi terompet ditiup seseorang.

Warga cukup banyak yang berdiri di sepanjang jalan. ibu2 menggandeng anak2nya yang masih kecil, bapaknya ngobrol.

Melintas kalibata, bau duren menusuk hidung. hmmm… serap hidung saya menikmati wangi duren itu. enaak rasanya…

melintas di lokasi calon hunian saya, apartemen mungil kalibata residence, terlihat bakoe gede-gede. sepertinya sedang membangun pondasi. aaah… kebayang jika akhir 2010 benar-benar sudah menerima kunci dan kami hidup di situ.

tak berapa lama lampu merah kalibata-dewi sartika sudah dilintasi kopaja. di cililitan, saya pun turun. Alhamdulillah sampai juga

Skrg pilian saya naik ojek atau metromini. Tapi saya rasanya sudah tidak sabar bertemu keponakan saya, dharma. pilihannya ya ojek lah. da ngebet saya bertemu dharma.

Berapa pak ke gg damiri?


TAGS


-

Author

Follow Me